aldiunanto.com

Kisah Sukses Anak Glodok, Kuncoro Wibowo

Kuncowo WIbowo - aldiunanto.com

I want to be something different. Saya kalau sudah punya keinginan, harus dapat. ”

– Kuncowo Wibowo

Tau glodok? Pernah ke glodok? Atau bahkan anda adalah seorang penjual di glodok? Anda pasti sudah tahu orang ini dong.. oh jadi belum tahu? Baiklah akan saya beritahu, beliau (Kuncoro Wibowo) adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia, putra pertama pendiri grup Kawan Lama Sejahtera.

Brother, beliau adalah salah satu orang yang namanya ada di daftar orang terkaya di Indonesia! Kekayaan beliau mencapai 910 juta dollar atau lebih dari 10 trilliun rupiah, dan semuanya benar-benar dimulai dari glodok! Supeerrr… *terlentang applause*

Semua bermula dari usaha ayahnya (Wong Jin) di glodok, beliau membuka toko perkakas hanya berukuran 3×3 meter, dan ibu Kuncoro yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Mereka menikah pada saat Wong Jin berusia 45 tahun, sedangkan ibunya masih berusia 20 tahun.

Masa kecil Kuncoro sering dihabiskan di toko ayahnya, sepulang sekolah ia sudah dilatih untuk membantu ayahnya berjualan di toko. Kegiatannya ini sering diselangi dengan les bahasa Inggris dan Mandarin, ia baru pulang ke rumah setelah toko tutup pukul 5 sore. Ketika remaja ia sudah sering berkeliling ke luar negeri, berinteraksi dengan para pemasok barang-barang perkakas tokonya dari luar negeri. Berbeda dengan adik-adiknya yang melanjutkan sekolah ke luar negeri, ia tetap di Indonesia dan meneruskan bisnis ayahnya. Hal ini berlanjut hingga ayahnya meninggal dunia pada tahun 1981, yang kemudian bisnis ini berkembang menjadi toko perlalatan rumah tangga, teknis, dan furniture terbesar di Indonesia yakni Ace Hardware Indonesia.

Kesuksesan ini tentu tidak lepas dari bagaimana cara beliau mengarahkan dan memimpin bisnis dan perusahaannya, juga sikap disiplin dan kerja keras yang diterapkan beliau sejak kecil sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini. Yuk, sebelumnya kita bahas tentang kepemimpinan.

Apa itu kepemimpinan?

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Sedangkan pengertian pemimpin sendiri menurut Suradinata (1997:11) adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik organisasi maupun keluarga. Dan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Teori kepemimpinan

Pada umumnya teori kepemimpinan berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi.
Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :

  • Seseorang ditakdirkan untuk menjadi pemimpin
  • Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri
  • Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan memalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.

Pada kasus ini, Kuncowo Wibowo memang sudah dilatih oleh ayahnya untuk membantu dan mengelola toko perkakasnya. Dan juga beliau terus mengembangkan kemampuan serta pengalaman dengan kursus bahasa Inggris dan Mandarin guna menunjang beliau dalam berinteraksi dengan pemasok-pemasok dari luar negeri.

Dengan kata lain, beliau bisa meraih kesuksesan dalam bisnis dan kepemimpinannya karena memiliki persiapan, pengalaman yang lebih, dan kegigihan yang kuat.

  1. Teori Sifat

    Bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang Kuncowo Wibowo ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut, timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan beliau dalam memimpin, dan sudah terbukti beliau memiliki kemampuan itu.

    Menurut Sondang P Siagian (1994:75-76), ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin adalah pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektifitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.

  2. Teori Perilaku

    Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan.

  3. Teori Situasional

    Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah :

    • Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas

    • Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan

    • Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan

    • Norma yang dianut kelompok

    • Rentang kendali

    • Ancaman dari luar organisasi

    • Tingkat stress

    • Iklim yang terdapat dalam organisasi.

  4. Tipologi Kepemimpinan

    Memang tidak banyak info yang didapat untuk Kuncoro Wibowo terutama tentang bagaimana beliau berinteraksi dan menyikapi bawahannya. Namun jika dilihat dari sudut pandang orang-orang yang menilianya melalui banyak tulisan, serta pengalaman-pengalamannya, menurut saya telah menjadikan beliau tipe pemimpin yang demokratis. Karena beliau selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, dan kritik, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan

Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan, sebagai pemimpin tentunya pendiri Ace Hardware Indonesia ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor itu berasal dari diri beliau sendiri, pandangan beliau terhadap manusia, keadaan kelompok, dan situasi waktu kepemimpinan dilaksanakan.

Implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi

Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari PT. Ace Hardware Indonesia, Tbk adalah pemimpinnya yaitu Kuncowo Wibiwo. Bila beliau menjadi pemimpin yang semakin berkualitas, maka perusahaan tersebut akan semakin menunjukan kualitasnya.

Referensi

  • Suradinata, Ermaya. (1995). Psikologi Kepegawaian dan Peranan Pimpinan Dalam Motivasi Kerja . CV Ramadan, Bandung.
  • Siagian, S. P. (1982). Administrasi Pembangunan. Gunung Agung, Jakarta.
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kuncoro_Wibowo

Leave a Reply

%d bloggers like this: